Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 sukses diselenggarakan pada 29 Juli–2 Agustus 2026 di Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mengusung konsep festival layang-layang berskala internasional di kawasan pegunungan, GIKF 2026 menjadi ruang pertemuan antara budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi produk lokal Garut.
Pemilihan Agrowisata Tepas Papandayan sebagai lokasi festival memberikan pengalaman yang berbeda. Para pengunjung tidak hanya dapat menikmati atraksi layang-layang, tetapi juga panorama kawasan pegunungan Papandayan yang menjadi latar berlangsungnya berbagai rangkaian kegiatan festival.
Menghadirkan Pelayang dari 13 Negara
GIKF 2026 mempertemukan para pelayang dari berbagai negara dan daerah di Indonesia. Sebanyak 13 negara termasuk Indonesia turut ambil bagian dalam festival ini.
Pelayang internasional hadir dari Swedia, China, Jepang, Swiss, Thailand, Singapura, Prancis, Belgia, Korea Selatan, Malaysia, Italia, dan Filipina, serta Indonesia sebagai peserta nasional.
Kehadiran para pelayang dari berbagai negara menjadikan GIKF 2026 tidak hanya sebagai festival layang-layang, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya dan persahabatan antarbangsa. Berbagai bentuk dan karakter layang-layang menghiasi langit Garut selama festival berlangsung.
Selain peserta internasional, GIKF 2026 juga melibatkan pelayang nasional dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga tercipta kolaborasi antara komunitas layang-layang lokal, nasional, dan internasional.
I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Ekonomi Desa
Garut International Kite Festival 2026 merupakan hasil kolaborasi antara PT Grha Satu Enam Lima Tbk, Yayasan Desa Emas Indonesia (YDEI), dan tiga BUMDes. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, Grha 165 berperan sebagai offtaker sekaligus mendukung pemanfaatan bahan baku makanan dan minuman yang berasal dari produk serta komoditas yang dihasilkan oleh tiga BUMDes.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk desa, memperkuat kapasitas dan pendapatan BUMDes, serta membangun rantai pasok yang berkelanjutan antara desa dan ekosistem bisnis Grha 165.
Dengan demikian, GIKF tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Antusiasme Pengunjung Melampaui Target
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan GIKF 2026 terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir selama festival berlangsung.
Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 12.500 pengunjung. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah tersebut berhasil terlampaui dengan total mencapai 15.651 pengunjung selama rangkaian festival.
Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan wisata yang memadukan atraksi internasional dengan potensi alam, budaya, dan ekonomi lokal Kabupaten Garut.
153 Booth UMKM Ramaikan Festival
Selain atraksi layang-layang, GIKF 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada para pengunjung.
Sebanyak 153 booth UMKM berpartisipasi dalam festival, menghadirkan beragam produk mulai dari kuliner khas Garut dan Nusantara hingga berbagai produk kreatif dan unggulan masyarakat.
Kehadiran ratusan pelaku UMKM tersebut turut menciptakan aktivitas ekonomi selama festival berlangsung sekaligus memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal oleh pengunjung dari berbagai daerah maupun peserta internasional.
Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Garut
Penyelenggaraan GIKF 2026 turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Festival ini dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, serta Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Kalina, M.BA.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.
“Terima kasih kepada para penyelenggara dan semua pihak sehingga acara ini bisa terlaksana dengan sukses.”
Sementara itu, Wakil Bupati Garut menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival internasional seperti GIKF merupakan sesuatu yang baru bagi Kabupaten Garut dan diharapkan dapat membuka peluang bagi lebih banyak kegiatan serupa di masa mendatang.
“Ini adalah suatu yang baru di Kabupaten Garut, harapannya semoga bisa lebih banyak lagi festival-festival di Garut.”
Dukungan tersebut semakin memperkuat posisi GIKF sebagai salah satu kegiatan yang mempertemukan sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian acara.
Peran Grha 165 dalam Penyelenggaraan GIKF 2026
Sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GIKF 2026, PT Grha Satu Enam Lima Tbk (G165) turut mendorong terciptanya kolaborasi antara sektor korporasi, pemerintah, masyarakat, dan ekonomi desa.
Direktur Utama PT Grha Satu Enam Lima Tbk, Hariyo Puguh Witjaksono, menjadi bagian penting dalam kolaborasi yang menghadirkan GIKF 2026 sebagai sebuah festival dengan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada pertunjukan layang-layang, tetapi juga pada pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.
Melalui kolaborasi bersama Yayasan Desa Emas Indonesia dan tiga BUMDes, GIKF diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan berskala internasional dapat sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.
Garut International Kite Festival 2026 membawa semangat bahwa pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal dapat tumbuh bersama melalui sebuah kolaborasi yang berkelanjutan.





