(SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama Coronavirus adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Efeknya bukan hanya menyerang kesehatan manusia, lebih jauh Corona menyerang kebiasaan manusia, dan bisnis di seluruh dunia.

Pandemi virus corona (Covid-19) ini mengubah cara manusia menjalani rutinitas. Seluruh sendi kehidupan terdampak. Aktivitas sekolah dan bekerja berlangsung dari rumah. Pusat perbelanjaan dan hiburan tutup. Transportasi dibatasi. Imbasnya, perekonomian dunia terpukul, bahkan sejumlah bisnis terpaksa gulung tikar.

Kita semua berharap pandemi ini lekas berlalu. Ketika suatu saat keadaan pulih kembali, kehidupan “new normal” pun harus dihadapi.

Apa itu kehidupan new normal?
New normal adalah kehidupan normal dalam tatanan yang baru. Setelah pandemic ini berakhir, tidak serta merta membuat kehidupan berjalan menjadi normal layaknya sebelum Covid-19 mewabah. Kehidupan sosial masyarakat, perilaku, bahkan core business perusahaan akan ikut menyesuaikan jika ingin tetap bertahan. Protokol kebersihan, kesehatan, dan sanitasi akan tetap dilakukan. Physical distancing akan terus dilanjutkan khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Dunia dipaksa berdamai dengan virus. Karena virus akan terus berkembang.

Lalu, bagaimana cara bisnis khususnya industri MICE berdamai dengan virus?

MICE (Meetings, incentives, conferencing, and exhibitions) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak wabah virus corona. Layanan MICE yang awalnya menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dalam suatu kegiatan, dalam sekejap harus mengosongkan ruangan demi keselamatan banyak orang.

Seperti yang sudah disinggung di video sebelumnya tentang kehidupan new normal, pelaku bisnis MICE pun harus mengubah format layanan jika ingin bertahan.

Tak ada lagi jabat tangan dan bersinggungan.
Tak bisa lagi berdekatan, fisik pun harus tetap berjauhan.
Bisakah Anda bayangkan perubahan demikian dalam sebuah kegiatan?

Agar tetap menjalankan prosedur keamanan pasca Covid-19, maka banyak yang harus di sesuaikan.

Penyesuaian format tempat duduk dan denah lantai harus diubah untuk memberikan lebih banyak ruang diantara tamu.
Apakah jalur prasmanan juga akan diubah dengan kotak makan siang?
Apakah tamu undangan harus melakukan registrasi online tanpa harus membuat antrian dalam kegiatan?

Pada acara Asia World Expo (AWE) di Hongkong beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan sudah mendemonstrasikan teknologi pemurnian udara canggih yang dapat membersihkan pakaian dan barang bawaan pengunjung hanya dalam 12 detik.

Apakah di masa depan pelaku bisnis MICE akan menerapkan teknologi seperti ini jika ingin mengumpulkan banyak orang?

Atau MICE akan menghadirkan pengalaman baru atau new experience dengan menghadirkan layanan digital seperti virtual reality atau augmented reality tanpa harus mendatangkan kerumunan namun tetap bisa merasakan pengalaman dalam suatu kegiatan?

Bagaimana menurut Anda?